Pertumbuhan Penduduk dan Pertumbuhan Ekonomi

in

World Population Growth 2050World Population Growth 2050 Pertumbuhan penduduk terjadi menurut deret ukur sedangkan pertumbuhan produksi berlangsung secara deret hitung. Sebab itu akan terjadi peledakan penduduk yang berakibat kelaparan dan kematian. Keyakinan ini pertama kali dikemukakan oleh Prof. Thomas Robert Malthus (Universitas Cambridge, 1785). Akan tetapi Prof. Simon Kuznets membantahnya 173 tahun kemudian. Secara ilmiah ia membuktikan bahwa Malthus sama sekali salah. Untuk itu ia mendapat hadiah Nobel di bidang ekonomi pada tahun 1971.

Menurut Kuznets, pertumbuhan ekonomi berlangsung paling pesat pada saat pertumbuhan penduduk paling cepat pula. Keadaan ini dibuktikan oleh Eropa selama 100 tahun industrialisasi di Eropa. Prof Yamomoto di Jepang juga mempunyai keyakinan yang sama berdasarkan observasinya bahwa pertumbuhan ekonomi di Jepang paling tinggi terjadi dalam tahun 1970-an. Ia menunjuk ketika Jepang secara dramatis mengambil alih pasaran produksi mobil dunia selama 30 tahun terakhir abad ke-20.

Alasan utama korelasi antara pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi sebenarnya sederhana. Yaitu terdapatnya permintaan sangat besar dalam penduduk yang bertumbuh. Terdapat lebih banyak pembeli untuk produk yang dihasilkan, sehingga secara alamiah produksi makin tumbuh dan makin banyak orang bekerja, dengan demikian kemiskinan terhapus. Pertumbuhan penduduk adalah stimulus terbesar untuk kemajuan ekonomi. Tekanan karena pertumbuhan penduduk pada sumber daya yang terbatas pada saat tertentu di suatu daerah tertentu menjadi daya dorong paling besar terhadap inovasi teknologi dan peningkatan produksi. Dengan demikian Thomas Malthus, seorang pastor Inggris yang pertama-tama bicara tentang peledakan penduduk dengan akibat kelaparan dan kematian terbukti salah berkali-kali.

Akan tetapi hasil seperti ini tidak akan terjadi bila daya beli dihilangkan dari penduduk yang tumbuh. Penduduk tidak bisa membeli bila mereka tidak memiliki uang. Mereka tidak punya uang karena gaji yang rendah. Karena penghasilan yang seharusnya mereka terima tersedot oleh pembayaran hutang nasional dan internasional, oleh berbagai pemotongan pajak khusus untuk investasi asing (seperti tax holiday /bebas pajak untuk waktu tertentu), dan lebih-lebih oleh korupsi dan suap. Maka pendapatan yang seharusnya diterima masyarakatto, semua itu beralih menjadi milik para pejabat dan orang-orang tertentu.

Bagi para politikus, mereka lebih senang menyerang jumlah penduduk kalau mereka tidak mempunyai obat untuk menghilangkan kemiskinan dari masyarakat disebabkan suap dan korupsi yang telah berurat akar. Karena tiadanya kesediaan mereka menutup bocornya dana kepada beberapa orang tertentu. Kemiskinan adalah akibat kolusi pemerintah dan pengusaha.

Sumber : Ernesto R. Gonzales, PhD. Why impose a two child policy for the Filipino Family? Voices4life@gmail.com