Paus Fransiskus: Langgengkan Pernikahan dengan 3 Ungkapan

in

VATIKAN, KOMPAS.com - Paus Fransiskus, Jumat (14/2/2014), menawarkan resep sederhana untuk pernikahan langgeng. Di depan 25.000 sejoli, Paus menyebutkan resep itu hanya berupa tiga ungkapan sederhana.

"(Yaitu) tolong, terima kasih, dan maaf," sebut Paus. Kepada para calon pengantin yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus mengatakan ungkapan sopan, terima kasih, dan penyesalan akan membawa melestarikan pernikahan dan meningkatkan cinta dari waktu ke waktu.

"Jangan mengakhiri hari tanpa membuat perdamaian," ujar Paus. Menurut Paus, bila pasangan mengakhiri satu hari saja dalam pernikahan tanpa perdamaian, maka pernikahan tersebut akan menjadi keras dan dingin. "Dan menjadi sulit untuk berdamai pada hari berikutnya."

Paus Fransiskus telah beberapa kali menemui pasangan muda untuk memberi nasihat pernikahan. Konsultasi pernikahan di gereja, sebelum maupun setelah pernikahan, adalah tema yang dia harapkan akan terus dieksplorasi, disampaikannya dalam pertemuan pada Oktober 2013.

Dalam beberapa kesempatan, Paus Fransiskus menyesalkan banyaknya pernikahan yang berakhir dengan perceraian. Dia menduga fenomena perceraian itu bersumber pada "budaya hubungan sementara" yang membuat orang-orang enggan membuat komitmen seumur hidup.

Semula pertemuan ini direncanakan digelar di dalam auditorium Vatikan. Namun, respons pasangan segera menikah untuk ikut dalam pertemuan ini ternyata membludak. Pejabat Vatikan memperkirakan tak kurang dari 25.000 pasangan dari 30 negara ada di Lapangan Santo Petrus, pada petang cerah setelah kawasan itu diterpa hujan selama berpekan-pekan.


RU-486: Upaya Menyembunyikan Kebenaran

in

oleh: P. William P. Saunders *

Baru-baru ini, surat-surat kabar dan siaran-siaran berita di televisi memberitakan obat RU-486, suatu obat aborsi. Saya mendengar sebagian orang mengatakan bahwa obat ini merupakan sesuatu yang baik sebab obat ini menghapuskan kebutuhan akan aborsi dan sungguh sekedar suatu bentuk kontrasepsi. Sebagai umat beriman Katolik, bagaimanakah pandangan kita terhadap obat ini?
~ seorang pembaca di Potomac Falls

RU-486 (dinamakan seturut perusahaan farmasi “Roussel Uclaf” dan diproduksi oleh Hoechst A.G.), juga disebut Mifepristone, pertama kali disetujui penggunaannya duabelas tahun yang lalu di Perancis dan obat ini tersedia luas di Eropa, yang terbaru di Spanyol, Rusia dan Israel. Para penyuplai obat-obatan memperkirakan lebih dari 600.000 perempuan mempergunakan RU-486. Di Amerika Serikat, Planned Parenthood secara aktif berusaha mendapatkan ijin penggunaan obat ini di Amerika Serikat. Guna memahami pandangan Gereja dalam masalah RU-486, pertama-tama kita perlu memahami perkembangan dari pil-pil kontrasepsi dan kemudian perbedaan antara pil kontrasepsi dan pil aborsi.


Dua Bersaudara Kembar dari Chile yang Selamat dari Aborsi telah Menjadi Imam

in

Dua bersaudara kembar di Chile mengatakan bahwa kegigihan ibu mereka untuk melindungi mereka dari aborsi, meskipun dokter telah menyarankan aborsi tersebut, membantu perkembangan panggilan imamat mereka.

"Bagaimana aku tidak dapat membela Allah dari kehidupan?" tutur Rm. Paulo Lizama. "Kejadian ini menguatkan panggilanku dan memberinya sebuah semangat yang spesifik, dan karenanya, aku dapat memberikan diriku secara eksistensial pada apa yang aku percaya."

"Aku yakin akan apa yang aku percayai, akan siapa aku dan akan apa yang aku berkata, jelas adalah karena rahmat Allah," ia menuturkan itu kepada Catholic News Agency (CNA)

Rm. Paulo dan saudara kembarnya yang identik, Rm. Felipe, lahir pada tahun 1984 di sebuah kota di Chile yang bernama Lagunillas de Casablanca.

Sebelum menyadari kehamilannya, ibu mereka, Rosa Silva, terpapar oleh sinar x-ray ketika menjalankan tugasnya sebagai paramedis. Akibatnya, setelah tahu bahwa ia mengandung, dokter yang memeriksanya melakukan pemeriksaan ultrasound dan memberitahukan kepadanya bahwa ada "sesuatu yang aneh" dalam gambar hasil pemeriksaan itu. "Bayi itu memiliki tiga lengan dan kakinya seperti terbelit. Dan ia memiliki dua kepala," kata dokter itu kepadanya.

Meskipun aborsi untuk alasan "terapis" merupakan sesuatu yang legal di Chile kala itu dan para dokter memberitahukan bahwa nyawanya berada dalam bahwa, Rosa menentang gagasan mereka dan berkata bahwa ia akan menerima apapun yang Tuhan akan kirimkan baginya.


Barang Siapa Tidak Berdoa kepada Tuhan, Ia Berdoa kepada Iblis

in

Gagasan Lon Bloy ini disambut Paus Fransiskus yang menambahkan kepada umatnya, “Bila kita tidak mengakui Yesus Kristus, kita mengakui keduniawian iblis, yaitu keiblisan yang duniawi (the worldliness of of the devil, a demonic worldliness).”

Perkawinan kita pahami sebagai persatuan antara seorang pria dan seorang wanita. Dengan demikian perkawinan bertujuan untuk perkembangbiakan manusia dan memberi dukungan kepada suami istri untuk saling mencintai.

Tetapi pengertian itu makin hari makin bergeser pada kalangan yang makin luas. Makin hari makin banyak terjadi perkawinan di antara sesama jenis, dan makin banyak pula negara yang melegalkannya. Di Eropa makin banyak negara melegalkan perkawinan antar sesama jenis. Di Amerika Serikat, makin hari makin banyak Negara bagian melegalkan hubungan seperti ini. Sehingga tidak mengherankan, bila suatu hari nanti, ke-50 negara bagian Amerika Serikat akan melegalkannya. Argentina, tanah air Paus Fransiskus, telah melegalkannya.

Mereka yang membela jenis hubungan ini berusaha mendapat dukungan masyarakat dan politis. Mereka tidak peduli hasil penelitian para ilmuwan, bahwa laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (MSM = man having sex with man) jauh lebih besar risikonya untuk terkena kanker, penyakit menular seksual (PMS), maupun penyakit infeksi lain.

Sebuah studi berjudul ‘Cancer and men who have sex with men: a systematic review’, dimuat dalam The Lancet Desember 2012, mempelajari 47 laporan dari berbagai Negara tentang orientasi seksual dan kejadian kanker (ca). Studi ini menemukan bahwa sebagian besar laporan setuju bahwa MSM merupakan factor risiko yang signifikan terhadap ca. Risiko itu meliputi ca anus dan infeksi human papilloma virus (HPV) di anus (studi dari Perancis dan Brasilia).


Syndicate content
Subscribe to Mailing List ABORSI.ORG

Powered by us.groups.yahoo.com